Desember 2007
Indonesia
tanah airku, tanah tumpah darahku
Disanalah
aku berdiri jadi pandu ibuku
Indonesia
kebangsaanku, bangsa dan tanah airku
Marilah
kita berseru Indonesia bersatu...
Terdengar
gema lagu Indonesia Raya di penjuru gedung Universitas Sorbonne Perancis, Nay
meneteskan airmata bahagia, terasa hangat mengaliri pipinya. Ia bangga dapat
menjadi pemenang International Phsyc Olimpyade dan mewujudkan mimpinya untuk
mengibarkan merah putih di negri impiannya, Perancis. Nay menerawang ke masa
lalu.
***
Juni 1996
“Bu, menaranya tinggi sekali
yaah..!” kata Nay kecil saat menonton televisi yang menayangkan sebuah acara
tentang cara artis untuk mengisi liburannya. “menara itu ada dimana bu?”
“itu
namanya menara Eiffel, adanya di Perancis sayang.” Jawab ibu Nay.
“Nay
ingin kesana bu !” kata Nay “bu, kenapa di sana ngga ada bendera merah putih?”
tanya Nay yang sangat terobsesi dengan bendera merah putih, semua bendera
kepunyaanya hampir semuanya berwarna merah putih, bahkan kamar tidurnya dicat
berwarna merah putih.
Ibu Nay hanya terdiam mendengar pertanyaan anaknya.
“bu
kenapa ngga ada bendera merah putih!?!!” Nay memaksa.
“iya
sayang, soalnya hanya orang-orang hebat yang bisa mengibarkan benderan
negaranya di sana.” Jawab ibunya.
“oooh..kalau
gitu Nay janji akan mengibarkan bendera merah putih disana... nay janji bu..”
Ibu Nay
tersenyum sambi mengamini.
***
Mei 2012
Tercapai
sudah mimpi Nay untuk mengibarakan merah putih di Perancis, ia mendapat
beasiswa untuk menyelesaikan pendidikannya di Unversitas Sorbonne Perancis, dan
lulus dengan predikat cum laude.
Ia
bahagia, ia bangga...
***
April 2013
Koran
pagi ini menyajikan Headline “NAYA ANTAKUNI ZULFA : PENYEDOT DANA BANK
XXX” dengan gambar Nay sedang menutupi muka untuk menghindar dari sorotan
kamera wartawan.
Didalam
berita tersebut mencantumkan pernyataan Nay tentang alasan korupsinya : “apakah
orang jujur dapat dikatakan jujur jika belum pernah menghadapi uang?”
Inikah
ujung kisah pengharum nama bangsa : NAYA ANTAKUNI ZULFA.
Komentar
Posting Komentar